Tuesday, February 27, 2018

Makalah Observasi Bahasa Indonesia



MAKALAH
OBSERVASI BUJUK SARA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu: Ersa Alami,S.Pd., M.Pd
          
Disusun Oleh: Kelompok
1.         Nurul Hidayat                  (170711100056)
2.         Sandi Adhitiya R                         (170711100029)
3.         Zamzami Ahmad                         (170711100089)
4.         Diana Wahyuningsih        (170711100066)
5.         Siti Khusnul Kholifah      (170711100047)
6.         Wilda Triyas Sakinah       (170711100034)
7.         Rindah Anjarwati            (170711100079)
8.         Aliftiya Safira                  (170711100093)
9.         Hakikatul Baina Sabilla   (170711100027)


HUKUM BISNIS SYARIAH
FAKULTAS ILMU KEISLAMAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT atas karunia, hidayah, dan nikmatNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia.
            Makalah ini ditulis oleh penulis yang bersumber dari jurnal sebagai refrensi. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada rekan rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
            Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Makalah ini secara fisik dan substansinya diusahakan relevan dengan pengangkatan judul makalah yang ada, Keterbatasan waktu dankesempatan sehingga makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang tentunya masih perlu perbaikan dan penyempurnaan maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju ke arah yang lebih baik.
            Demikian makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang membacanya, sehingga menambah wawasan dan pengetahuan tentang bab ini. Amin.

Bangkalan,29 November 2017

Penulis           





  
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................            ii
BAB I        :    PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................2        
C. Tujuan Masalah............................................................2
D. Manfaat.........................................................................2       
BAB II       :    PEMBAHASAN
A. Asal-usul Bujuk Sara....................................................3
B. Kelebihan Makam Bujuk Sara......................................4
C. Kekurangan Makam Bujuk Sara....................................4
D. Hal-hal yang Harus Dibenagi.........................................4
BAB III     :    PENUTUP
A. Kesimpulan..........................................................................5      
B. Saran....................................................................................5
C. Daftar pustaka......................................................................6
D. Lampiran kekurangan..........................................................7
E. Lampiran kelebihan.............................................................9


Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
            Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi keindahannya maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga menarik minat wisatawan untuk dikunjungi. Begitu pula diwilayah Madura, banyak sekali tempat wisata yang dapat dikunjungi baik wisata alam dan wisata religi. Kebanyakan di wilayah Madura memiliki wisata religi karena wilayah Madura memiliki julukan kota “SANTRI”.
            Diwilayah Madura sendiri banyak terdapat pondok-pondok besar serta para Ulama yang terkenal akan keReligusanya. Maka tidak heran apabila terdapat ulama atau tokoh Agama yang memiliki pengaruh besar pada wilayah Madura. Terbukti akan adanya makam-makam yang di Ziarahi.
            Kelompok kami akhirnya memilih Bujuk Sara sebagai tempat observasi kami, karena menurut kami tempat tersebut memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi wisata dari berbagai macam daerah atau luar kota. Disitu terdapat daya tarik sendiri bagi wisatawan salah satunya sumur yang dipercayai oleh masyarakat yang memiliki khasiat seperti dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan dipercaya dapat meraih kesuksesan apabila kita meminum air tersebut dengan rasa tawar ataupun manis. Namun apabila air tersebut asin, orang tersebut tidak bisa menebak akan sukses atau tidak.
            Bujuk sara memiliki kisah yang sangat tidak logis secara akal manusia, terdapat keajaiban didalam sejarahnya. Kisahnya begitu dimana sang Kyai terdahulu melaksanakan haji ditengah perjalanan ke Kota Mekkah menggunakan Perahu dengan ukuran 190 meter. Namun ditengah perjalanan pulang perahu yang ditumpanginya diterjang ombak, lalu sang Kyai ditolong oleh Ikan besar semacam lumba-lumba.
            Dengan melakukan observasi, sebagai mahasiswa kami dapat mengetahui tentang kebenaran asal usul bujuk sara dengan tepat. Serta kami dapat mengambil pelajaran dari hasil observasi kali ini. Untuk itu diharapkan kepada  para pembaca dapat mengetahui lebih jauh tentang sejarah bujuk sara yang telah kami observasi dengan mengambil setiap sisi baiknya agar  dapat dijadikan pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Asal-usul adanya makam Bujuk Sara?
2.      Apa saja kelebihan dari makam Bujuk Sara?
3.      Apa saja kekurangan dari makam Bujuk Sara?
4.      Apa saja hal-hal yang perlu dibenahi?
C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui Asal-usul dari makam Bujuk Sara.
2.      Untuk mengetahui kelebihan dari makam Bujuk Sara.
3.      Untuk mengetahui kekurangan dari makam Bujuk Sara.
4.      Untuk dapat mengetahui hal-hal yang perlu dibenahi pada makam Bujuk Sara.
D. Manfaat
Bagi Penulis
Mengukur Pengetahuan Penulis mengenai objek wisata religi.
Sebagai sarana untuk memperdalam Ilmu Pengetahuan.
Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pada makam Bujuk Sara
2.  Bagi Masyarakat
            Agar dapat mengetahui lebih mendalam mengenai objek wisata religi Bujuk Sara

BAB II
PEMBAHASAN
A. Asal-usul Bujuk Sara
Asal-usul mulanya buyud ini yaitu dari laki-laki yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, dan yang wanita berasal dari Madura yaitu bernama Pangeran Sultan Abdul Kadirunat bertepat di Keraton Bangkalan, Beliau berencana membuat sebuah masjid di pusat Kraton Bangkalan. Nama masjid itu adalah Masjid Agung Bangkalan yang sekarang dinamakan masjid JAMI’. Masjid Agung Bangkalan memiliki 16 menara berukuran 15 meter. Salah satu diantara menara tersebut tingginya kurang 1 meter. Sultan merencanakan  bagaimana menara tersebut tingginya sama dengan menara lainnya, tanpa menambal atau membongkar menara tersebut.
Lalu akhirnya, Sultan mengumpulkan 44 orang dari Jawa dan Madura untuk membantu membuat menara tersebut agar ukurannya sama tanpa menambal dan membongkarnya. Namun diantara 44 orang tersebut hanya satu orang yang berani menyanggupinya yaitu, bernama Sayyid Abdullah ia memulai pekerjaan dengan  meminta beberapa helai kain putih kepada Sultan Abdul Kadirun untuk menutupi menara tersebut.
 Sayyid Abdullah mengajak 44 orang Jawa dan Madura tadi termasuk dirinya untuk membaca Surat Al- Fatihah dan Surat Yaa Siin sebanyak 44 kali. Ketika semua orang telah membaca, tak lama kemudian  Sayyid Abdullah membuka kain putih yang menyelimuti di atas menara. Seketika semua terkejut, karena ukuran menara yang awalnya lebih kecil 1 meter menjadi sama dengan menara lainnya.
Berkat usaha Sayyid Abdullah yang telah menjadikan menara itu sama, Sultan Abdul Kadirun memberinya hadiah untuk pergi ke tanah suci dengan mengendarai perahu berukuran 170 cm X 90 cm. Ketika Beliau pulang dari tanah suci, perahu yang ditumpangi Sayyid Abdullah tenggelam. Dan ia ditolong oleh ikan besar, penduduk sekitar memanggilnya Ikan Sara.
Pada akhir hayatnya, Sayyid Abdullah berwasiat agar dirinya dimakamkan di pinggir pantai Bangkalan, tepatnya di desa Martajasah. Makam itu diberi nama Bhuju’ Sara. Sampai saat ini Bhuju’ Sara sendiri menjadi salah satu wisata religius yang banyak dikunjungi di Kota Bangkalan.
B. Kelebihan Makam Bujuk Sara
Dimakam ini dapat begitu banyak Ilmu Pengetahuan Sejarah yang mungkin belum banyak diketahui orang, disini tempat yang tepat dijadikan observasi guna menggali asal-usul peninggalan dari Tokoh terkemuka di Madura. Di Makam ini juga terdapat banyaknya Wisatawan yang berkunjung dari berbagai daerah menyambung ukhuwah antar daerah, dapat juga menambah nilai kereligiusan.
C. Kekurangan Makam Bujuk Sara
Dimakam ini terdapat didalam atau masuk gang yang lumayan kecil akibatnya bus besar tidak dapat masuk, akibatnya pengunjung turun lalu jalan untuk menuju makam Bujuk Sara. Selain itu juga, kurangnya petunjuk jalan untuk menuju lokasi Bujuk Sara dan sarana prasarana di lokasi tersebut sudah rapuh dan tidak terawat. Tidak adanya pembatas di musholla antara laki-laki dan perempuan.
D. Hal-hal yang perlu dibenahi
Alangkah baiknya ada pelebaran jalan dan petunjuk jalan supaya para peziarah dapat memasuki serta menemukan lokasi dengan mudah. Adanya pembatas di mushollah antara laki-laki dan perempuan seperti ajaran agama islam. Selain itu, perlu adanya renovasi bangunan namun  tidak menghilangkan ciri khas dari bangunan tersebut supaya para peziarah lebih nyaman.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pangeran Sultan Abdul Kadirunat berencana membangun menara agar tingginya sama dengan meminta bantuan 44 orang dari Jawa dan Madura yang sanggup membangun menara tersebut tanpa memotong atau menambahi. Sayyidd Abdullah lah yang sanggup membangun menara tersebut dengan membacakan surat AL-Fatihah dan Yasin sebanyak 44 kali jadilah menara itu memiliki tinggi yang sama. Kemudian Pangeran Sultan memberikan Hadiah Haji dan Kapal sepanjang 90 meter, namun setelah pulang Haji kapal tersebut tenggelam, lalu diselamatkan oleh Ikan Sara. Diakhir hayatnya Sayyid Abdullah meminta agar dimakamkan ditepi laut.

B. Saran
Sebaiknya para pembaca lebih mengetahui wisata religi yang ada di Madura sehingga menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah wisata religi dan menambah minat ziarah supaya dapat menambah keimanan kita. Sarana dan prasana wisata religi dapat ditunjang dengan baik agar para peziarah juga lebih nyaman dan khusyuk dalam mendoakannya.
























DAFTAR PUSTAKA

Bakir,Nor.2017.”interview asal usul bujuk sara”.Desa.Martajasah,Kec.Bangkalan









































LAMPIRAN KEKURANGAN

1. Keterangan : Tempat untuk peziarah  untuk berdoa terlalu sempit, sehingga apabila diwaktu hari libur banyak peziarah yang tidak mendapatkan tempat duduk untuk berdoa,
2. Keterangan : Didepan makam bujuk sara, tempat peziarah untuk berdoa’ tidak ada atapnya. sehingga peziarah terkena panas matahari dan apabila hujan turun peziarah akan kehujanan
3. Keterangan : Banyak jalan yang rusak sehingga peziarah harus berhati-hati, dan juga penerangan disepanjang jalan kurang memadai.
4. Keterangan : Disekitar bangunan di makam bujuk sara masih terlihat bangunan lama yang masih belum di rubah bentuknya sampai sekarang.



LAMPIRAN KELEBIHAN
1. Keterangan :Gardu yang menjulang tinggi ini Yang Terbuat dari kayu yang masih kuat sampai sekarang  berguna untuk mengintai musuh.

2. Keterangan : Sumur tua yang berukuran kecil diyakini oleh peziarah. Jika peziarah menabur uang ke sumur itu, maka setiap keinginannya akan menjadi kenyataan.
3. Keterangan : Sebuah replika patung harimau yang seolah menyambut peziarah yang memasuki kawasan ini, dan patung harimau ini seperti penjaga kawasan ini dari serangan musuh.


No comments:

SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA AWAL PERMULAAN ISLAM SAMPAI DENGAN KHULAFAURRASYIDIN

                                                                                     BAB I                                            ...